Tampilkan postingan dengan label intermezo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label intermezo. Tampilkan semua postingan

23 Mei 2012

elegi

seperti belajar berhitung, dimulai dari angka terkecil dan kemudian berlanjut ke angka yang lebih besar. seperti juga anak kecil yang mulai belajar berjalan. pelan selangkah demi selangkah. mungkin itulah yang dinamakan sebuah proses. proses yang sesungguhnya.
usiaku sudah tidak muda lagi saat ini (untuk anak ukuran abegeh, atau anak kuliahan)sudah terlanjur meluncur tak terkendali. tahun demi tahun terlewati begitu saja tanpa sadar (mungkin sengaja gak sadar kali ya..). tahun yang terlewat menjadi seolah selebrasi hura-hura belaka. kerja, pacaran, dan hobi kadang melenakan semuanya. bayangkan saja, kerja udah tahunan tapi tabungan gak ada. pacaran berkali-kali, yang nyangkut jadi istri nol. punya hobi bukan menghasilkan malah bikin kantong jebol.

yang paling mencolok terkahir adalah momen pacaran. ujung-ujungnya kayak ketipu aja. terlalu serius di awal eh ternyata gagal. sebagai laki-laki berumur jelas aja aku kecewa. waktu berjalan dengan cepat tapi perjalanan malah tersendat. yah...pelajaran yang tak ternilai harganya kalau boleh aku bilang.

"ngopo dhe melamun aja kerjaannya?"

"huhalah...gak tahu ni jo, galau.." mulut melebar.

"galau udah jadi trendmark yah sekarang dhe?" dalijo meringis

"iya ababil punya, menjangkiti golongan tua kolot konservatif, buah!" perangai sewot.

"eh dhe, kemarin kayaknya jalan sama seseorang ya?" dalijo mengedip2kan matanya.

"jalan sama siapa jo?"

"halahh..pura-pura. rambut panjang itu lho?"

"kunti, rambut panjaaangg. hadeeeh.."

"beneran ki dhe, calon ya?"

"mulai nih, ngeledek ya.." aku menghela nafas.

"ahahaha...udah deket dong..kapan ki?" dalijo mrenges.

"gak tahu jo, kayaknya gagal kalo ngeliat gelagatnya."

"lho lho..gagal gimana maksudnya?"

"ya gagal, gagal karena angel, sulit, sukar.." mulai ngegas nih suara.

"emang ceweknya gak mau ya dhe? atau orang tua yang gak setuju?"

"mungkin aku yang salah jo, atau mungkin ini nasib. tak pikir dia siap denganku kapan saja, dimana saja, tapi ternyata tidak begitu nyatanya."

aku berhenti sejenak. memoriku menangkap kepedihan yang syarat dengan kecewa. kenapa semua berjalan tidak sesuai dengan harapan. kenapa dia tidak menganguk saja. menyetujui ajakanku. menyetujui rencanaku. kenapa dia seolah menolakku? sehingga yang kutangkap malah sebenarnya dia mempermainkan perasaanku. sudah tekad bulat aku menjalaninya, tapi tiba-tiba sikap penakut dan (mungkin) pengecutnya meluruhkan semangatku. mungkin dipikirnya aku memaklumi saja penolakannya, mungkin dia berpikir bahwa aku masih anak-anak, atau dia sendiri yang masih anak-anak, penuh dengan sikap labil dan ababil. bagi laki-laki dewasa, diam adalah tanda setuju, dan senyum adalah tanda dukungan. tapi ternyata bagi dia, diamnya dan senyumnya, bermakna sebaliknya. kata-kata yang diucapkan seperti sekedar basa-basi manis yang malah menjadi arsenik dalam tubuhku. makin lama makin menggerogoti keyakinan dan kepercayaanku. lebih parah lagi malah menggerogoti stamina laki-lakiku. ah, kuharap kau tidak mempermainkanku seperti ini. kuharap kau mau mempertanggungjawabkan makna senyum dan diammu itu saat diawal pertemuan. ah...

"mungkin belum saatnya dhe, mungkin Gusti Allah masih ngetest mental sampeyan dan dia, dhe. bukankah untuk menjalani tahap selanjutnya harus ada tes kelulusannya dhe? mungkin kayak sekolah dhe, harus naik grade, dari 1 baru 2, kemudian tiga dan lulus. setelah itu menginjakkan bangku kuliah (kehidupan) yang sesungguhnya. bersabar saja dhe, Gusti Allah lah sang pemilik hati manusia. siapa tahu dia diberi petunjuk dan kalian diberi kemudahan untuk bertemu."

"jo, sesimpel itukah jo?"

"Tidak ada yang tidak mungkin dhe, ingat, terkadang Gusti Allah mencoba kesabaran hamba-Nya. apa yang kita minta, apa yang kita harapkan, tidak sekaligus (mungkin) langsung diberikan kepada kita. tapi melalui test-test cantik yang kita (terkadang) lupa akan hikkmah dibaliknya. yakinlah dhe, jangan lupa berusaha terus dan berdoa sebagai bagian pamungkasnya."

ditepuknya punggungku.

"Gusti Allah Maha membolak-balikkan hati manusia dhe. sekarang belum besok sudah, sekarang tidak besok iya, sekarang tidak siap besok justru menunjukkan kesiapan. berdoalah padanya dhe. di tangan-Nya tidak ada yang tidak mungkin"

sore itu begitu jingga. kulihat sepasang burung tekukur terbang beriringan, hinggap di rerimbunan pohon rambutan. tiba-tiba aku merasa menjadi tekukur itu.




03 Maret 2012

ini tentang memahami perasaan pasangan

Pagi ini, mendung membuat langit gelap. Hujan sepertinya hanya menghitung detik. Dalijo bergegas bersiap-siap berangkat kerja. Berkali-kali dilihatnya langit lewat kaca jendela rumahnya.
"eealah...makin gelap to langitnya..."
Dikeluarkan motor kesayangannya dari rumah.
"berangkat Jo?" pak Kasman mendorong sorong merahnya yang penuh dengan pupuk kandang.
"iyo pak, waduh pupuknya masih seger" Demi diliatnya pupuk kandang yang menghitam dan berasap.
"emange buah jo, seger?" Balas pak Kasman sambil ketawa.
Dalijo masih sibuk mengikat tali sepatunya. Sepatu konfers kw 1 buatan bandung. dibelinya setahun yang lalu secara on line (busyeenggg..dalijo belanja on line). yah..harap maklum, gaji yang pas-pasan, cenderung sempit membuat dalijo terpaksa membeli produk bajakan.
"wah, berangkat kerjo ya mas?"
Dalijo menengok ke asal suara tersebut, ternyata dari si mbah (bukan mbah dalam arti sebenarnya, tapi nama panggilan untuk tetangga sebelahnya dalijo).
"iya mbah, malah mendung ki, bikin males wae"
Beberapa saat daliojo terlibat percakapan haha-hihi dengan si Mbah. tak berapa lama kemudian Dalijo menghidupkan rx kingnya dan langsung melesat berangkat kerja.
Langit masih mendung, dan sepertinya air hujan tinggal menunggu detik.

***

Kurang puas dengan teh anget pak Alex, Dalijo pergi ke salah satu warung kopi langganannya. Kopi kental dan panas akhir2-akhir ini sering banget dinikmati dalijo (meski kebiasaan ngopi udah dari remaja). Sinambi sedikit menikmati rokok (kebiasaan buruk) masih berlangsung. Apa lagi saat mengalami tekanan hidup yang luar biasa, segelas kecil kopi panas sudah cukup membuat kepala agak plong.

Dalijo teringat kejadian debat dengan Dalinem. Keinginan kuat untuk menemani Dalinem balik ke Semarang ternyata tidak bersambut. Dalinem memilih berangkat sendiri dengan bus. Padahal niat Dalijo hanya sekedar bisa berduaan bersama Dalinem. Toh Dalinem malah milih mending sendiri. Agaknya hal ini membuat dalijo berpikir bahwa memang Dalinem tidak menangkap isyarat keinginnanya itu.
"aku besok berangkat naik bis wae kang" kata Dalinem
"emang kenapa nem?"
"aku gak mau berpanas-panasan naik motor"
"ya kita berangkat pagi to nem?"
"tapi aku kesel kang, pengen naik bus aja biar bisa tidur diperjalanan" Dalinem tetap bersikukuh dengan keputusannnya naik bus.
"kamu gak mau ya dianter pake motor ku?"
"bukan begitu kang,panas diperjalanan."

Malem harinya dalijo menegaskan keinginannya untuk mengantar Dalinem sekaligus bisa menikmati kebersamaan dalam perjalanan berdua. Dalijo memang jarang banget bisa ketemu Dalinem. Jadi moment-moment perjalanan selalu ingin Dalijo manfaatkan untuk selalu bersama Dalinem.
"besok jadi aku antar nem?" kata Dalijo lewat sms.
"aku naik bis wae kang" balas Dalinem.
"apa kamu gak mau tak anter nem?" Dalijo memelas.
"kang, aku capek banget. merasa kedinginan. kemarin waktu aku ke tempat kang dalijo gak pake jaket. aku kedinginan, dan itu masih kerasa sampe sekarang kang. dingin banget, kepala pusing-pusing. aku naik bis aja."
"nem kenapa gak mau tak anter?"
"udahlah kang, gak usah menambah masalah. aku minta pengertian kang Dalijo. jangan menyudutkan aku dengan masalah seperti ini, seolah-olah aku bersalah jika menolak ajakan kang Dalijo. aku pengen berangkat ke Semarang tanpa ganjalan."
Dalijo cuman bengong saja mendengar alasan Dalinem.

***

Pagi jam 5.30 sebuah pesan dari Dalinem masuk.
"kang, aku berangkat sekarang."

Dalijo cuman terdiam membaca sms singkat Dalinem. pagi ini mendung masih menggelayut di langit. air hujan tinggal menunggu detik.


***

01 Agustus 2011

wanita

satu hal yang paling tidak aku mengerti adalah wanita. sosoknya begitu misterius. kadang mendekat, kadang menjauh. berulang-ulang. senyumnya bisa jadi adalah deritanya, tapi tangisnya bisa jadi itu haru bahagianya.

saat aku merasa melakukan hal yang benar, saat itu pula aku merasa melakukan hal yang salah di matanya. begitu juga sebaliknya..

wanita...kau adalah misteri..

itulah kenapa sang pria tidak bisa berpaling darimu....

26 September 2010

kumbang dan kunang

kumbang dan kunang

siapa kumbang dan siapa kunang,
kunang,
kapan ketemu kumbang?

ah...

kunang-kunang, kumbang-kumbang,
begitu sepinya malam,
sampai harus memanggil kunang dan kumbang.

ah...
kunang dan kumbang,
sampai kapan temukan siang?

08 Februari 2010

Surat Dalijo untuk Ginem

Teruntuk ...Ginemku

Nem...

Kang dalijo selalu ngarep Ginem masih punya ladang kesabaran yg luas, yg banyak ditumbuhi rerumputan hijau. Ladang dimana kang Dalijo bisa sekedar klekaran menikmati hijaunya rerumputan di kala merindu dan duduk di atasnya tanpa harus takut ulat-ulat kecil. Kang Dalijo yakin Ginem tahu benar apa yang kang Dalijo rasakan. Perasaan yang selalu menggelagak untuk sekedar mendidihkan ubun-ubun, menelikung degupan jantung untuk sekedar cemburu.

Untuk setiap kekhawatiran yang Ginem rasa, kang Dalijo pun merasakan hal yang sama bahkan mungkin lebih. Andai Ginem tahu, sebenarnya kang Dalijo deg-degan takut Ginem tidak sanggup lagi menunggu. Takut kalau Ginem jengah dalam penantian dan akhirnya menyerah, kabur meningalkan kang Dalijo thilang-thileng dalam sunyinya penantian.

Kang Dalijo merasakan waktu berjalan begitu lambat thimak-thimik. Pekerjaan Ginem yang sepertinya tak kunjung selesai, walau sudah Ginem kerjakan sepenuhnya, adalah ibarat jam pasir yang berisi butiran kerikil. Kaku mbegegeg tanpa ada niatan untuk bergerak. Kang Dalijo pengin Ginem segera mengakhiri ini dan segera kembali ke pelukan kang Dalijo. Mewujudkan apa yang telah Ginem dan kang Dalijo perjuangkan. Sebuah kehidupan sederhana yang kita citakan. Kehidupan yang didayung oleh cinta dan sayang dalam pelayarannya.

Atas kesabaran Ginem, kang Dalijo hanya bisa mengucap terima kasih. Semoga saja Ginem selalu memberikannya tanpa sekalipun kering oleh waktu. Dan jika kang Dalijo boleh meminta, kupinta ridlo-Nya agar Ginem bisa menjalani sepanjang hidupnya bersama kang Dalijo dalam keberkahan dan kebahagiaan.

Segala perhatian dan cinta kasih Ginem, semoga Dia membalasnya dengan keikhlasan dan kebahagiaan yang senantiasa terlimpah buat Ginem. Karena kang Dalijo tidak cukup bisa membalasnya dengan apapun. Semoga Dia selalu membukakan pintu syukur dalam hati Ginem untuk nanti bisa berbakti sama kang Dalijo (cozy). Begitu juga sebaliknya, pintu hati kang Dalijo dipenuhi rasa syukur untuk selalu menyayangi dan menjaga Ginem sepenuh hati.

Dan untuk semua yang kang Dalijo dapatkan dari Ginem, apa yang telah Ginem berikan, lakukan, dan pertahankan , kang Dalijo hanya bisa mengucap "...Lillahi ta'ala..kang Dalijo sayang Ginem (cozy)." Semoga karena-Nya lah rasa ini ada dan karena-Nya jugalah kita menjalaninya.


"Aku tidak harus lantang berteriak, namun cukup berbisik, karena aku tahu kaupun akan membisik. Bahwa kaupun menyayangiku sebagaimana aku menyayangimu." (quote from Dalijo's deepest heart).

segeralah kembali Ginemku..

Kang Dalijomu


****


.

31 Januari 2010

meriang...

Reff:
aku rindu setengah mati kepadamu
sungguh ku ingin kau tahu
aku rindu setengah mati


setengah kriyip-kriyip dalijo mendengarkan lagu itu. lagu dari spesialis menye2 D'Nasip (maap ya D'Masiv...dalijo kpleset). melamun lumayan lama. menghela napas."huffttt". selalu teringat ginem. apalagi sejak seminggu terakhir ini. bukan apa, hanya sekarang dalijo gak bisa menemui ginem sak udele dewe. ginem sekarang di Tangerang. dan dalijo yang berprofesi sebagai pangon tinggal di lereng sumbing.

"nem..nemm...kang dalijo kok ya kangen ginem terus ya.." dalijo menyat dari kasur...nonton jam gendongnya. baru juga pukul 5 pagi tapi rasa menye-menyenya dah mulai kumat. bergegas dalijo bersubuh ria. *set set set* selesai. dan parahnya..dalijo malah mapan mlungker lagi. digenggamnya hape sejuta umat warisan temennya dari klaten. meski dengan batere low bat..dipaksanya menghubungi ginem.

"tat tit tut...tuuuuttt...tuutt..."

ginem: "assalamu'alaikum kang..."
dalijo: "wa'alaikumsalam nem...mpun subuh?" (dipepetnya hape ke telinga)
ginem: "mpun kang..lha kang dalijo mpun?"
dalijo: "mpun nem.."
ginem: "kang dalijo ngopo kok gasik mpun tilpun ginem?"
dalijo: "kang dalijo meriang nem..meriaaanggg"
ginem: "kang dalijo sakit? sakit opo?kapan?" (panik)
dalijo: "iyo sakit.ora penak..ya (sakit) meriang nem..kapan ya? (kukur-kukur sirah)
ginem: "mpun mimik obat?"
dalijo: "obate dah gak mempan semua nem" (dengan nada sedih)" ke pak rt gak punya..pak kadus gak ada..tapi kata pak kyai malah bilang suruh ke pak naib"
ginem: "kok malah pak naib kang.bukane ke bu mantri?" (heran)
dalijo: "bu mantri tak ceritani sakitnya malah ketawa ngakak nem"

"pettt"
batere kolap...hape mati. dalijo panik..dipencetnya kuencengg...tombol power.
"byarrr..." nyala lagi...tapi "celeeett" warning "baterai lemah"
dalijo sedikit sumringah...diulanginya lagi.."tat..tit..tut..tuuut..tuuut.."

ginem: "kang kok mati..."
dalijo: "iyo batere sekarat"
ginem: "tadi kang dalijo bilang bu mantri kok ngakak gimana maksudnya?" (ginem malah cemas..dipikirnya dalijo mulai miring)
dalijo: "bu mantri malah ngomong kalo sakitnya kang dalijo itu namanya **meriang**. obatnya hanya bisa dibeli di pak naib"
ginem: (bingung..ternyata pak naib sekarang jualan obat).."meriang ?"
dalijo: "iya..meriang..merindukanmu sayang."
"pettt..." batere koit. tapi pesan meriang telah tersampaikan.

hati ginem mak cesst...kang dalijonya tidak miring..tapi kangen kehadiran dirinya.
meriang...dalijo meriang..bukan demam atau ndrodog...tapi merindukan ginem sayang.

29 Januari 2010

mules

males merupakan penyakit yang paling banyak menerpa umat manusia. "ssttt dhe...bukannya mules??" "whuaaa?"(tepok jidat) "ralat...mules ya....?"(cengar-cengir). berarti mules juga sering sekali menerpa umat manusia dong...:P.

dalijo: "nem...kemaren kok kamu ngglenes lungo?"
ginem: "habis kang dalijo aneh-aneh ae. minta pegang2 tangan. emange sapi apa bisa dipegang-pegang" (mreketut= ngotot)
dalijo: "yo bukane gitu nem..itu kan tanda sayang saya, cinta saya ke kamu. lha gimana mau sayang kalo belum pernah pegangan tangan?" (ngglesot di sebelahe ginem)
ginem: "nah..nah..mulai ngombal lagi. kang dalijo ki aneh-aneh ae. mbok ya o pacaran ki yang wajar saja. gak usah pake pegang-pegangan tangan..malah kemaren kata mas anoman ada istilah kulmutsu segala, apa ndak bahaya itu nanti...(sedakep ala kanjeng mami dimulai).

demi melihat gaya kanjeng mami, dalijo mulai kelimpungan. maka dimulailah ajian merayu nggombal;nya untuk sekedar menaklukkan teknik sedakep a la kanjeng mami.

dalijo: "ojo galak-galak nem, iku bibire elek..njedir. ura manis maneh."
ginem: "hemfh" (muka memerah)
dalijo: (makin semangat menjalankan aksinya) "iya kamu manis lho nem...dan aku suka dengan wajah-wajah yang manis seperti ginem.." (merenges)
ginem: (byuhhh...rayuan jadule metu)"prettt...!"
dalijo: (nyedaki ginem) " nem...kata orang dalam pacaran itu wajar kok kalo cuman pegangan tangan. itu -katanya-juga akan mempererat rasa sayang."
ginem: "hush...wajar dari hongkong!..kang dalijo kudu inget. kita belum sah. jadi gak boleh pegang-pegang."
dalijo: "walllahhh..."(

ujug-ujug mak brabat dalijo lari meninggalkan ginem yang masih sedakep. ndak peduli sarungnya ucul (lepas), sandal jepit sebelah kirinya nyangkut di akar pohon jambu, dalijo tetep kenceng larinya. bahkan kalo ndak salah ginem juga sempat ngeliat dalijo jatuh nyeluruk dengan janggut nyungsep di kembang jinten (kembang yang daunnya bergerigi duri,warna bunga putih tapi getahnya paitnya minta ampun,dengan bau khas).

ginem merasa bersalah dengan kejadian barusan. thenger-thenger mukanya. terpikir oleh ginem untuk meminta maaf atas kata-katanya yang mungkin gak pantas terucap. ginem menganut budaya jawa yang begitu menghormati kaum laki-laki. terlebih dalijo adalah orang yang sangat dicintainya. agak berkaca-kaca mata ginem. sedih berasa telah melukai perasaan kekasih hatinya.

ginem: "kang dalijo..kaaangg...ginem salah ngomong yo..." (ginem duduk dengan wajah sedih) lama banget nunggu dalijo. mbok-mbok dia kembali menemuinya. tapi udah hampir setengah jam dalijo gak kembali. sambil setengah mewek, ginem beranjak pergi ke rumah dalijo. rasa sayangnya yang hebat menguatkan niatnya untuk menemui dalijo. *betapa cinta telah melumatkan rasa benci menjadi sayang. perasaan takut untuk ditinggalkan...dan perasaan untuk saling manjaga perasaan*

ginem: "kang...ginem minta maaf nek omongane ginem gak enak di ati. bukan bermaksud menyakiti kang dalijo. mung ginem gak mau nanti pada saatnya greget sayangnya berkurang."

dalijo mung meneng karo pringas-pringis. sesekali mlengos...ginem panik. setiap dia ngomong minta maaf dalijo mung mlengos sambil mukanya merah (ngampet). makin panik ginem. dikiranya dalijo marah berat. ..."duh duh..piye iki..gaya kanjeng mamiku kok malah dadi bumerang.." (mondar mandir di depan dalijo). dalijo malah bingung. menyat ngadek..(gubrak)...kursi yang ditempatinya njengkang..dalijo langsung mbrabat mlebu umah. ginem mewek-mewek...mripate basah.

ginem: "kaangg...nesu ya..?"
dalijo: "ginem ki ngopo sih...kok malah mewek?" (sambil mbenerke sarung ngepire. celono kolore keliatan belum presisi masangnya.) sementara wajahnya pucet ndrejet.
ginem: "kang dalijo nesu karo ginem ya?" (ndak disangka tangannya meraih tangan dalijo)
dalijo: "wuih..." (seneng tangane dah dipegang ginem)terus ngguyu nyekakak...
"lha wong aku ki mung mules mergo kakean mangan sambel ki mau. dadine mlebu metu WC to ya."
ginem: "kang dalijooooo...ngapusiii..rugi tangan ginem..(tangane dalijo dikipatke ginem. sarunge dikrukupke raine dalijo) ginem ngeluyur pergi...*tiwase nangis-nangis ki mau..jebule mules tok*. isin berat gineme..

begitulah cinta...benci dan sengit (bener-bener cinta dan sayangnya selangit). oalah dalijo ginemm...ono2 ae..

:P

.

27 Januari 2010

never let go

take my hand and never let go...
hampir mirip lirik lagu ini memang...:P..simpel bukan stempel. tapi bagi dalijo ini mungkin diwujudkan dengan megang tangan dan meluk beneran (eh meluk? gak kayake nek meluk) *sortir kata meluk dhe*..(oke gak ada dalam dialog). dasar dalijo.

ginem: "yo ngunu ikulah kang artine..."

dalijo: "ginem kok inggris2an to saiki?"

ginem: "kan kemajuan kang.." (muka memerah)

dalijo: "eh, nem...emange nek ning inggris kono ki pacarane make pegang2an tangan po?" (kukur2 sirah..pengen yak e).

ginem: (mesem, terus ngomong)"lha yo ndak tahu kang...ginem yo ora ngerti,yen ning tipi2 kae ketoke sih ngono iku. emange napa kang dalijo ndadak serius ngobrolke hal ini"

dalijo: (muka nano-nano)"emm anu...anu..." (meringis mencurigakan).

ginem: (ngakak)" hayyah...ginem tau sekarang...duso.ura ilok!"

dalijo: "kan mung megang tangan tok nem..."(meringis mencurigakan)

ginem: "yen merhatikan guyune mas ki..ginem gak yakin"

dalijo: (kukur2 sirah..terus mondar mandir di depan ginem) "sepertine tangane ginem ki alus, mulus..mangkane kang dalijo penasaran pengen ngerti" (merenges)

ginem: "pengen ngerti ato pengen megang?!" (rodo galak).

dalijo: "kan pengen koyo orang-orang inggris iku. bisa pegang tangan, terus anu.."

ginem: (menyat, ngadek, berdiri) "anu opo kang..sing jelas! iku menimbulkan persepsi negatif buat ginem.."

dalijo: (peringas peringis) "maksude ki pegang tangan terus tangane disun koyo nek filem2 iku nem"

ginem: "nah..nah..kang dalijo ki mulai ngeres. medeni ginem nek kayak gitu. iya kalo yang dipegang tangane tok..lha kalo melebar ke samping dan ke atas? sapa yang njamin?"

dalijo: "sekali iki wae lah pegang tangannya...ya ya ya?" (ngalungke sarung)

ginem: "wegah ah kang...wedi..takut ginemnya" (sedakep mirip ndoro mami-nya sule)

dalijo: "janji nem..kang dalijo janji. ora aneh2.cuman pegang tangan thok wes" (mrenges njelehi)

ginem: (setengah teriak) "oalahh..kang dalijoooo...dalijoo. kono megang sikil sapi ae nang umah.dijamin ora nesu." (ginem ngeloyor pergi)

dalijo cuma ndelelak-delelek.mungkin kepalanya juga kremut-kremut karena gak kesampaian ngodor bin ngebetnya..

ya pacaran....awalnya memang cuma pegang tangan, tapi lama2 bisa jadi pegang kepala..:P


:P

23 Januari 2010

dalijo dan ginem

dalijo :
"jangan pernah bilang kau tak sempurna..karena aku tak butuh kesempurnaanmu. cukup katakan saja :
Ku hanya ingin...
'Tuk selalu menjadi... yang terbaik untukmu...(ecoutez)
karena kang dalijo juga akan selalu mengucap:
aku rindu setengah mati kepadamu(d'masiv)
jangan pernah bilang ini adalah kasmaran ataupun gombalan. karena ini adalah nyanyian hati chintamie atmanegara dan nyanyian rindu ebiet g. ade.."

ginem : "kang..ampun nggombal-nggombal ah.."
dalijo : "iki ora nggombal...iki tenanan.."
ginem : "he em? (tersipu)"
dalijo : "eh he em..iya. (berdiri tapi lupa bebedan sarung)

wajah ginem tersipu malu. dalijo seneng..bahagia..

dalijo : "kamu kok malu-malu gitu nem.." (tanya dalijo sambil meringis mesem)
ginem : "lhah niku sarunge mlotrok..."(tutup mata dengan telapak tangan)
dalijo : "wualah...jebule tenanan mlotrok to...yo maaf yo nem..sengojo."

akhirnya dalijo dan ginem cuman mesam-mesem berdua. kepala ginem bersandar
khidmat di pundak dalijo..

ginem : "kang dalijo..."
dalijo : "ginem..."

hepi endingnya diiringi lagu indah dari a moment like thisnya kelly clarkson.


:P

08 Januari 2010

suatu malam pada ketika waktu

12.31...
nulis ah...



lah..apa yang mau ditulis (doh)



jari udah gatel-gatel pengen nulis. cuman mampet aja ini otak. beku (ato jangan-jangan bebal yah), ah...masak sih?jangan ah..encer gini dibilang bebal...

lah ini tema nulisnya apa?

emm..sodara-sodari punya tema kagak? bisikin dong temanya apa...sementara saya tak merem-merem dulu..awas ya..kompinya dijagain, biar nyala terus..

ngrokkk..grokkkk..zzzz..grokk...

05 Oktober 2009

dedicated to her...the special one..

ndak tahu mesti ngomong apa, yang jelas apapun harapan, cita-cita, dan mungkin cinta kita, ndak akan pernah trwujud jika kita sendiri tidak berusaha mewujudkannya. kita ndak akan pernah merasakan kebahagiaan jika kita sendiri tidak menginginkannya.. kebahagiaan itu akan terasa jika kita menginginkannya, bukan dengan berkorban jiwa raga untuk semua orang. akan tetapi kebahagiaan itu tidak bergantung pada siapa diri kita, atau apa yang kita miliki, melainkan semata-mata pada apa yang kita pikirkan. demikianlah Dale Carnegie berujar..

ah entahlah..aku merasa bahwa aku harus mempertahankan apa yang kupilih. aku harus menjaga dan menyayangi apa yang kupilih. aku teringat dengan kata-kata Janis Joplin: "jangan biarkan dirimu diinjak. hanya dirimu yang kau miliki." aku sadar bahwa kehidupanku selanjutnya berada pada keputusanku. baik dan buruk, selayaknya diserahkan kepada-Nya. kita memilih, kita menentukan, kita mengusahakan, dan kita memohon kepada-Nya. itulah mungkin inti dari kehidupan ini. kesabaran dan keikhlasan adalah senjata yang diberikan-Nya untuk kita gunakan mengarungi kehidupan ini.

"kita bisa menentukan sikap diri, kita bebas memilih; untuk menjadi korban keadaaan atau orang-orang, atau memandang hidup ini dengan pikiran terbuka dan menjadi pemenang. " ah..jangan takut dengan kesulitan, jangan takut dengan penderitaan..."tak ada yang bisa memilihkan sikap yang tepat untukmu. sudut pandang dan pilihan sikapmu memberimu kekuatan untuk menguasai hidupmu. itulah inti kebebasan sejati"..kata-kata Irene Dunlap begitu menyentakku untuk segera bangkit dan menentukan sikap dan pilihan hidupku. pilihan orang lain tidak akan bisa memberikan jaminan kebahagiaan. tetapi pilihan kitalah yang akan membahagiakan hati.

ndak usah kita takut menghadapi kenyataan. karena kenyataan adalah sesuatu yang akan terjadi dan akan kita hadapi dengan senyum sabar dan ikhlas. "kenyataan bukanlah seperti apa yang kau harapkan atau seperti tampaknya, tetapi apa yang sebenarnya terjadi." hemmh...Robert J. Ringer menyadarkanku untuk semakin menapaki hidup ini dengan penuh kesederhanaan.

masih ingatkah kata-kata Jeremy Durkin? ia mengatakan demikian: "jangan jadi pengecut, penakut, dan lemah. pantang menyerah dan beranilah berbicara, jangan sembunyi dari terangnya siang. beranilah dalam hidup dan tataplah demikian. jangan lari dari cobaan, kesulitan, dan masalah. bangunlah rasa percaya diri sambil mencari jalan keluarnya."..inilah inti dari kehidupan..memilih, memutuskan, dan menjalani, seraya memohon doa dan perlindungan-Nya, agar senantiasa terberkahi dalam hidup. Dia Maha Mendengar, Maha Kasih yang tak pernah pilih kasih, dan Maha Pemberi Ampunan. percayalah, Dia tidak akan menimpakan penderitaan kepada hamba-Nya yang selalu berserah diri kepada-Nya, melainkan itu hanyalah wujud kasih sayang dan perhatian-Nya kepada kita..."jangan pasrah begitu saja bila terjatuh, bangkitlah segera dengan kepala tegak. bersikaplah bijaksana, berani, tak kenal takut, dan hidup kita akan terasa berani, sejak lahir sampai kita mati."..Allah SWT. pasti akan membantu kita, atas usaha-usaha yang kita lakukan..

agak terinspirasi oleh ungkapan dari WIlliam Penn, tentang kesempatan, menurutnya kesempatan itu ibarat jalan hidup kita yang hanya sekali, maka jika kita menginginkan suatu kebaikan untuk kita maka segeralah, dan jangan menangguhkan atau mengabaikan, tetapi usahakanlah untuk mewujudkannya, sebab belum tentu kita melewati jalan ini lagi.. kesempatan yang sama hanya datang sekali, dan tidak datang untuk kedua kali..

jangan kuatir..akan kutemani kau dalam perjalanan ini, berdoalah kepada Allah SWT, mohon kepada-Nya agar senantiasa diberikan tepukan saat kita berlari, agar Dia menghibur kita saat kita jatuh, dan agar Dia memberi sorakan saat kita bangkit lagi..dan kita akan melakukannya, bersama.."kita tidak banyak ditentukan oleh apa yang kita miliki ketika lahir...melainkan apa yang kita perbuat atas diri kita sendiri." demikianlah Bell mengungkapkan pengalamannya..bahkan menurut Curcio: "risiko-risiko yang menuntut keberanian bisa memberikan kehidupan, membantu kita berkembang, membuat kita berani dan lebih baik daripada yang kita kira."..

aku baru menyadari betapa berharganya hidup ini setelah nyaris kehilangan orang yang kusayangi..pengalamanku ini mengajariku bahwa orang mesti punya keyakinan..kita mesti yakin bahwa yang terbaik akan terjadi. dan kita mesti kuat, apapun yang tejadi. begitulah manusia sejati!

aku tak mau dan tak akan mengorbankan suara hatiku demi mengikuti mode dan keinginan orang banyak..Lilian Hellman menyadarkanku akan hal itu...mode dan keinginan orang banyak itu begitu sempurna. karena aku akan mendapatkan pujian, kecantikan, kebaikan dan segala kesempurnaan...namun selanjutnya aku menyadari bahwa saat semua sudah terjadi..segala kebaikan, pujian dan kesempurnaan itu lenyap bersamaan dengan tiada lagi berharganya diriku. dan saat aku menyadarinya pasti semua sudah sangat terlambat...itulah takdir...saat semua sudah terjadi....aku baru menyadari bahwa mode dan keinginanku ternyata lebih cocok. meskipun jauh dari pujian dan kesempurnaan orang banyak, namun aku begitu mensyukurinya karena itu membahagiakanku.

"Takdir bukan disebabkan oleh kebetulan, melainkan pilihan. takdir bukanlah sesuatu yang ditunggu, melainkan mesti diusahakan."..William Jennings Bryan..

percayalah myD..dengan keyakinan kita bisa...Bismillah..

27 April 2009

Poligami itu

Waduh, secara tidak sengaja suatu malam aku nonton se sinetron. Sinetron itu judulnya Hareem, jadi keinget harlem grobeler ha ha ha (wah itu mah yang basket legend ituh yah?salah nulisnya gak sih). Agak flashback dikit, aku orangnya benci sinetron (coro jaman sekarang), namun karena tidak sengaja, ngikut sineron Hareem ini buat nemeni emak, "kepekso" nonton ajah. Awalnya gak begitu ngeh..nah straight to ke intinya sekarang..ternyata sinetron ini bercerita tentang dinamika keluarga poligami. Gotcha! Kena sekarang..ceritanya nih (hareem), ada sebuah keluarga yang kepala keluarganya punya 3 istri, 2 anak dan 2 menantu. Sang kepala keluarga ini sebut saja Abi,punya istri 3. Istri pertama baik, yang kedua kemaruk dan bawel (kalo gak salah) dan istri ketiga adalah hasil jebakan tikus sang Abi (tentunya dengan dalih kemaslahatan umat tapi intinya tetep poligami!) untuk bisa mendapatkan istri yang muda nan cantik (he he) dengan cara nyebar hutang ke sebuah keluarga. Dan kebetulan dalam sinetron ini sang istri ketiga diperankan oleh aktris cantik (shandy Aulia). Karena ayahnya terjerat jebakan tikus tadi (utang) maka mau tidak mau si anak (istri ketiga) harus terpaksa ihlas menjadi istri ketiga dari abi (sang penangkap tikus).....

Bersabarlah, akan kuceritakan lagi hasil rekaman indrawiku sebentar lagi, bukan karena bersambung, tapi karena aku harus ke belakang sebentar...*nature calling*

Oke..Sarjana lanjutkan..sampai di mana tadi..mmmhh..oiya..

Bukan karena kemudian menjadi maniak sinetron, tapi aku (saat nonton sinetron ini) jadi teringat sebuah perkumpulan kaum yang menghobikan poligami (kalo indak salah). Mereka (kaum ini) beralasan bahwa poligami adalah (sunnah apa yah) upaya untuk mengangkat derajat kaum wanita. Menolong umat, dan berbagai alasan (al-Qur’an dan Sunnah) untuk kepentingan mereka. Istilah kerennya apa yah? (berpikir keras!) oh iya..justifikasi..yah mereka memakai dalil dan dalih agama untuk menjustifikasi perbuatan poligami mereka..ha ha Menyitir pendapat Gus Mus dalam bukunya Mencari Bening Mata Air, halaman 29: “memang, repotnya, kini kita sepertinya sudah terbiasa berkepentingan dulu sebelum melihat dalil, dan bukan sebaliknya” (2008).

Memang saat syahwat pribadi telah memimpin pikiran seseorang, maka mereka akan mencari justifikasi atas perbuatannya (maaf pak Puspo dkk., jika saya bersu’udzon)ha ha ha.
Kembali ke sinetron Hareem tadi, bahwa kisah yang disajikan (Aku tidak tahu apakah) bermotif sindiran atau hiburan belaka. Saat Abi (yang sebetulnya kewalahan) mengurus ketiga istrinya, sampai menceraikan istri ketiganya, adalah bagian yang menarik. Apa pasal stelah menelantarkan ex wifenya, abi berupaya menikahinya lagi! Ibarat air liur yang telah diludahkan ke tanah, dia jilat kembali! Berbagai daya upaya telah dilakukan agar bisa rujuk termasuk menikahkan dengan orang lain. Dengan aliran darah (ke) ningrat (an) nya, si Abi mewakili klub laki-laki pencinta poligami, sok berwibawa didepan istri-istrinya. Sampai tidak mengetahui intrik-intrik antar istrinya. Bahkan juga menantu-menantunya. Yah..apalagi kalo bukan karena merasa berkuasa akibat titipan harta (dari Allah SWT) tentunya. Sehingga istri dianggap tidak lebih seperti mainan belaka. Bisa dicerai dan dinikahi kapan saja, bahkan kalau perlu nambah lagi (gila memang!). Ini belum seberapa, sudah begitu anak si Abi ini rupanya menaruh hati pada istri ke tiga Abi. Nah loh..bahkan pengen menikahinya (waduh bisa kacau dunia), preseden buruk bagi umat, saat anak pengen menikahi mantan istri ayahnya dalam satu lingkup keluarga.

Jangan-jangan poligami secara laki-laki (hidung belang) menimbulkan problematika yang sama dengan sinetron di atas? (Cuma karena gak muncul ke permukaan aja sehingga awam tidak banyak yang tahu). Punya istri lebih dari satu, kaya, istrinya masih cantik-cantik (mbohai..heheh), kebetulan juga anaknya sudah akil baligh tiba-tiba suka dengan salah satu istrinya dan berhasrat pula untuk memiliki...mmhh.. Masihkah poligami membawa kemaslahatan umat? Masihkah poligami menyelamatkan harkat dan martabat wanita? Membawa permasalahan baru (iyah!jelas!) bagi karut marutnya pranata pernikahan sangat dimungkinkan.

Memang tepat juga jika pemerintah agak was-was dengan kegiatan poligami beberapa gelintir oknum (poltak dan jihandak)ka ka kaq...*bukan berarti aku menjadi pendukung pemerintah*. Sepak terjangnya bisa menimbulkan kesalahpahaman awam dalam menyikapi pernikahan. Bahkan sangat dimungkinkan polah tingkah mereka berlindung dibalik sakralitas ajaran agama. Wah bisa gaswat! Aku harus cepat ke pos ronda, mendiskusikan masalah ini dengan pak SBY dan JK, pak Mahfud, pak Sutrisno bh, pak demang dan lain-lain. Ini menyangkut para perawan cuantik di myvillage ..ini tentang national security (woot) *maaf* tentang women security! gadis-gadis (termasuk janda-janda kembang) kampungku harus dibentengi, diamankan dari jarahan seksual pejantan poligami.

Pak kadus harus segera bertindak. Diperlukan undang-undang untuk proteksi harkat dan martabat..aku harus secepatnya ke pos ronda.

Sesampainya di pos ronda, semua jamaah tumpang tindih tidak karuan. Mereka semua sudah pada molor. Tidak menyadari bahwa bahaya poligami, sekarang mulai mengancam anak cucu mereka..
Benarkah demikian?